Perjalanan Digital

Behind the Scenes

Jurnal Pengembangan Website SIGNIFO Canvas

Catatan pengembangan jujur — keputusan teknis, kekeliruan yang diperbaiki, dan pelajaran dari membangun signifocanvas.com beserta seluruh subdomain-nya.

Asal Muasal Website SIGNIFO

SIGNIFO Canvas | Architect
Kembali ke tanggal 7 November 2024 — walau saya menulis ini di tanggal 5 April 2026. Saya lagi lihat catatan billing shared hosting saya di Hostinger. Entah kenapa saya nyebut perusahaan penyedia webhosting signifocanvas.com di sini, mungkin tidak terlalu penting, tapi ya sudahlah, saya cuma mau tulis apa adanya. Sebenarnya hari itu saya subscribe langganan bulanan di Niagahoster. Entah kenapa beberapa bulan kemudian berubah jadi Hostinger, mungkin Niagahoster sudah diakuisisi Hostinger. Intinya, 7 November 2024 adalah awal saya berlangganan shared hosting. Semuanya cuma untuk bikin SIGNIFO punya rumah sendiri di internet, daripada terus nebeng di marketplace atau sosmed. 13 hari kemudian, tepatnya 20 November 2024, saya beli domain signifocanvas.com. Waktu itu mungkin landing page pun belum ada, saya sudah lupa detailnya. Tapi pertanyaannya, kenapa baru bikin website di tahun 2024? Kenapa tidak dari tahun 2010? Alasan utamanya adalah kondisi industri tekstil di Indonesia yang sedang tidak bagus-bagus amat, terutama setelah covid dan setelah banyak startup e-commerce berhenti bakar uang. Alasan kedua, teknologi informasi sudah tidak bisa mundur lagi. SIGNIFO kalau tidak segera muncul di dunia maya, nanti hanya tinggal nama dan toko fisik yang susah dijangkau anak muda yang butuh kain kanvas polyester berkualitas tinggi. Sekarang balik ke sisi teknis. Ide bikin website ini bukan karena saya orang yang visioner. Ini lebih karena cita-cita lama yang akhirnya kebetulan bisa terwujud di akhir 2024. Waktu itu ada aplikasi Gemini yang tiba-tiba terinstall di HP Android saya. Modelnya masih Gemini 1.5 Flash. Ternyata itu yang jadi pemicu utama. Waktu itu Niagahoster punya fitur Website Builder (drag and drop). Dalam dua hari saya berhasil bikin satu halaman pertama. Gambarnya biasa saja, paragrafnya juga masih sederhana, dan saya sama sekali belum paham soal SEO. Buat saya waktu itu, halaman pertama SIGNIFO sudah terlihat cukup bagus dan membanggakan. Website SIGNIFO bertahan dengan satu halaman saja selama kurang lebih 2–3 bulan. Sampai akhirnya saya mulai kenal dengan Google Search Console (GSC). Begitulah awal mula perjalanan website SIGNIFO. Masih banyak cerita lain yang akan saya tulis nanti, termasuk bagaimana dari satu halaman ini akhirnya berkembang jadi website yang lebih lengkap.

Hostinger Website Builder - 1

SIGNIFO Canvas | Architect
Kita akan membahas 'step by step' dengan detil. Hostinger Website Builder adalah alat pertama yang saya gunakan untuk membuat halaman pertama dari www.signifocanvas.com . Tidak ada AI terlibat sama sekali di sini, walaupun pada November 2024, Hostinger telah memiliki fitur 'paragraph rephrasing' yang didukung oleh LLM. Namun karena teknologi LLM kali itu masih banyak keterbatasan, maka hasil repharsing-pun, apalagi yang diolah adalah Bahasa Indonesia, tidaklah terlalu baik atau enak dibaca. Jadi, setiap paragraf yang dibuat, hanya mengandalkan insting belaka. Sedangkan Gemini, saya belum terlalu paham bagaimana menggunakan alat tersebut dengan tepat dan efisien. Lagipula, memang pada saat yang bersamaan, model gemini 1.5 masih terlalu 'lemah' untuk tugas itu dalam pandangan saya, jika dibandingkan dengan model 3.1 pada hari ini. Hostinger Website Builder adalah sebuah alat yang sangat 'powerful'. Terutama pada keahlian ia untuk 'hacking' Google SEO. Asalkan Anda rajin mengisi metadata untuk tiap halaman sesuai dengan rekomendasi tools tersebut, maka Anda bisa dalam waktu singkat mendapatkan boost impression pada hasil pencarian Google. Ini bukan iklan, saya sudah membuktikan pada data historis GSC. Namun perlu dicatat, impression 500 buah dan ctr 10% dalam sehari, BUKAN BERARTI Anda telah sukses mendapatkan apa yang Anda cari. Bersambung ...
Chat di WhatsApp